Dugas Cerdas ikut merayakan kemeriahan hari Kemerdekaan ke-73 RI dengan menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi. Hasil cipta puisi dari setiap peserta dibacakan pada saat lomba berlangsung.
berikut karya peserta lomba cipta dan baca puisi.
Tanah Airku
(Mawar kelas 8 H)
Bumi ini
Dialah yang memberi tempat hidup
dialah yang mencukupkan segala kebutuhan
Manusia tidak juga sadar
bahwa alam sudah mulai pudar
karena ulah manusia alam pun kena dampaknya
Gunung-gunung berubah menajdi tempat sampah
kemacetan hiasi hidup tanpa berkah
Alam benar-benar menderita
Karena ulah manusia tak tahu diri
Para manusia asyik nikmati hidup
Sedangkan para ikan mencari lautan untuk dihirup
teriakan rumput laut terdengar di dasar laut
merintih tak kuasa menahan rasa kalut
lautan berubah coklat kehitaman
tercemar limbah kemanusiaan
kematian pun datang tergesa-gesa
teknologi memanjakan manusia
tetapi turut hancurkan simfoni alam dunia
Semua terlibat dalampolusi ini
alam rusak hidup tak lagi nikmat
Alam Indahku
Rahmi Fuodah
Kelas VIII-A
Lingkunganku
Lingkungan sekolahku
Bersih nan indah
Pesona hijau menghampar
tugasku tugas semua
kubuang sampah pada tempatnya
kusiram tanaman setiap hari
kutanam bunga yang indah berwarna
kujaga kebersihannya
agar nyaman duduk dimanapun
kuhirup segar udara pagiku
nyaman di hati
teduh di jiwa
jadikan sekolahku semua dengan kesungguhan untuk menjaga
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Agustus 2018
Jumat, 17 Agustus 2018
Puisi Kemerdekaan
Indonesiaku tercinta
ungkapan yang mudah terucap
sulit diungkap
perselisihan
antara rongga dan hati
pertengkaran
antara ingin dan tindak
Indonesiaku tercinta....
ungkapan kaya rasa
cinta
dan
dusta
sering mewarnai
dan mengelabui
Indonesiaku tercinta....
Di tanahmu aku berpijak
Ku ingin tetap di pangkuanmu...
Edimusif
29 Juli 2018
Ba'da Dzuhur
NKRI, Siapa dan Di mana Kita?
NKRI harga mati
Ungkapan yang kini mengangkasa di bumiku
Bumi yang dulu mengusir penjajah
Tapi....
Di mana sekarang kita patri kata itu kini
Adakah penjajah itu di antara kita anak negeri?
Atau....
Di antara kita ada yang mencoba menghadirkan penjajah baru kembali?
NKRI harga mati....
Jangan sampai menjalar di anak negeri
Curiga subur di bumi kita
Hanya karena keserakahan
ketamakan
Berbalut persatuan yang semu
Di hati para penghadir penjajah
Mari wahai anak negeri
Bersihkan hati nurani
Gelorakan semangat cinta negeri
Yang tulus dan suci
Demi NKRI yang abadi
Renungan 73 thn HUT negeriku
Kemerdekaan dulu...
Bebas
Lepas
Lengang
Tak terikat
Tak terkukung
Tak terganjal
Berpikir dengan bebas
Berbicara tanpa batas
Bertindak tanpa takut
Kemerdekaan dulu...
Hati
Rasa
Pikiran
Tindakan terbebas
Mendobrak terali penjajah
Kemerdekaan dulu...
Wujud syukur atas nikmatMu
Ya Allah
Tuk menjaga Indonesiaku
edimusif
29 Juli 2018
Ba'da Dzuhur
Langganan:
Postingan (Atom)
Literasi Bulan Oktober
Literasi Dugas kali ini paparan Literasi di lapangan. Paparan Literasi diwakili empat orang siswa dari kelas 7 C dan 7 D, kelas 8 C, dan kel...
-
Tidak hanya siswa yang sibuk berliterasi di SMPN 231, namun guru bahkan Kepala SMPN 231 bapak H.Sujaelani ikut mencipta. Kali ini hasil cip...
-
ADA CINTA DI SEKOLAH (1996) Oleh : Liza Febrienty (Guru Bahasa SMPN 231 Jakarta) Pag...
-
Literasi Semester Genap tahun pelajaran 2018-2019 Paparan Literasi bulan Januari 2019 Selamat pagi Dugas Cerdas. Berita di awal tahun 20...




